BOGOR — Saat ini, Kawasan hutan makin lama makin berkurang. Kementerian LHK mempunyai komitmen untuk tidak melakukan deforestasi atau pengurangan hutan. Oleh karena itu pelepasan kawasan hutan makin lama makin dibatasi.

Agus Justianto, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengungkapkan bahwa Pemerintah tentunya juga harus mencari jalan keluar dan solusi.

“Oleh karena itu kita juga sedang mengembangakn pola agrovorestri dan agrosilvopstura dalam pengolahan kawasan hutan, sehingga hutan tidak berkurang secara drastis, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain” Kata Agus dalam acara FGD Percepatan Investasi Pertanian dan Evaluasi Perkembangannya pada 2017 di Bogor, Kamis (23/11/2017).

Hal tersebut menjadi tantangan bagi Kementerian LHK untuk merumuskan bagaimana agroforestri dan agrosilvopastural bisa diterapkan atau bahkan dibuat peraturannya.

“Kita di Kementerian LHK terus mengadakan diskusi dan meminta masukan. Kami berharap bahwa kedepannya kita mempunyai permanen forest area/ kawasan hutan tetap. Artinya hutan tidak berkurang tetapi pemanfaatannya bisa lebih fleksibel dengan melibatkan kegiatan lain seperti peternakan, perikanan, dsb “ Lanjut Agus

Agus optimis, kita bisa meyakinkan dunia bahwa hutan tidak berkurang, deforestasi bisa dikurangi semaksimal mungkin tapi pemanfaatan hutan masih bisa dilakukan. Ia menerima masukan dan saran yang bisa dilakukan oleh Kementerian LHK terkait masalah tersebut.