Bogor- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berinovasi dalam melestarikan lingkungan. Sebagai perusahaan besar yang aktif di bidang penambangan, raksasa semen nasional itu memiliki program khusus memanfaatkan bekas areal tambangnya untuk lingkungan.

Program itu dilakukan dengan mereklamasi areal eks penambangan yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Kegiatan itu memanfaatkan anggaran corporate social responsibility (CSR) yang berlokasi di area pabrik terbesarnya di kawasan Citeurup, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kunjungan ke PT Indocement Tunggal Prakarsa Citerup Bogor (05/02/18), Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian, Syukur Iwantoro menyampaikan peluang kerjasama kolaborasi lahan eks tambang PT Indocement Tunggal Prakarsa untuk perkembangan pertanian dan peternakan.

Menurut Kepala Departemen CSR PT Indocement Unit Citeurep, Aditya Purnawarman, Komitmen lingkungan itu ditandai dengan penanaman berbagai pohon di lahan eks tambang seluas 400 hektare yang sudah direklamasi. Baru 200 hektare bekas tambang yang sebelumnya telah dieksplorasi ditanami 17 ribu pohon jati dan mahoni. Ada seratus hektar lahan kelola warga dengan pembinaan CSR, kegiatan penanaman itu dilakukan sejak tahun 2000 di 12 area pabrik dengan 12 desa binaan yang terdampak operasional tambang.

PT Indocement Tunggal Prakarsa unit Citeureup juga mengembangkan program pemberdayaan melalui Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) di areal eks tambang. P3M adalah wilayah terintegrasi yang diperuntukkan bagi masyarakat guna meningkatkan kompetensi dan kualitas masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan.

Area yang dipakai sepuluh hektare, tujuan mencetak masyarakat mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan. Pelatihan itu mencakup bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan dengan pendampingan khusus tenaga yang terlatih dan memiliki kompetensi di bidangnya.

Peluang kerjasama  lahan ex tambang PT Indocement Tunggal Prakarsa dibidang peternakan sapi perah dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa dengan pemilik peternakan sapi perah sekaligus ketua perhimpunan sapi perah, Septian J Wijaya

Turut mendampingi Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian yaitu Pemilik Wisata Agro Pasir Mukti sekaligus sebagai Ketua Asosiasi Wisata Agro Indonesia, Hibran Turanga, yang terletak di dekat area tambang PT Indocement Tunggal Prakarsa, menyampaikan peluang kerjasama lahan eks tambang PT Indocement Tunggal Prakarsa untuk mengembangkan komoditasi tanaman jeruk lemon cui yang memang sudah menjadi produk unggulan Wisata Agro Pasir Mukti, disamping itu juga disampaikan peluang kerjasama untuk tempat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M).