Dalam 72 tahun merdeka, Indonesia terus berupaya meningkatkan produksi pangan utama di dalam negeri. Pemerintah masih menghadapi banyak tantangan dalam mewujudkan swasembada pangan seperti padi, jagung, kedelai, tebu, dan sapi. 

Banyak terobosan yang dilakukan Pemerintah salah satunya meningkatkan investasi. Tidak ada opsi lain untuk menjaga Indonesia dari tetap dapat memenuhi pangannya sendiri selain menggenjot investasi. Upaya mendorong investasi di sektor pertanian belakangan mencuatkan berbagai persoalan klasik di lapangan. Tak sedikit investor yang hengkang kaki karena bertahun-tahun belum mendapatkan lahan. Sejumlah Deregulasi ditempuh untuk mengatasi hal tersebut.

Untuk itu Menteri Pertanian mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 152/KP.410/M/7/2015 Tentang penugasan Staf Ahli Manteri Pertanian bidang investasi sebagai Ketua UPSUS (Upaya Khusus) Percepatan Investasi Pabrik Gula berbasis kebun tebu, sapi dan jagung serta komoditas strategis lainnya. 

Tugas Tim Percepatan Investasi Pertanian adalah:

  1. Menyusun rencana kegiatan percepatan investasi industri peternakan, gula, sapi dan jagung
  2. Memberikan informasi dan konsultasi tentang lahan yang sesuai dengan komoditas tertentu
  3. Memfasilitasi, memberikan informasi/konsultasi dan pendampingan investor dalam pengurusan perizinan investasi dan perolehan lahan, baik dilingkup Kementerian Pertanian, kementerian terkait di pusat, provinsi maupun di kabupaten;
  4. Memonitor perkembangan proses perizinannya para investor;
  5. Membantu investor apabila mengalami kendala pada saat proses perizinan baik dilingkup Kementerian Pertanian, instansi terkait di Pusat, Provinsi maupun di Kabupaten.